Kelir…

25/06/2009

Theatre Of Dreams

Semenjak masih bernama Newton Heath, hingga kemudian berubah jadi Manchester United pada tahun 1902, klub kota Manchester ini bermain di Stadion North Road dan Bank Street.

Ide pembuatan stadion baru datang dari Ketua MU John Henry Davies pada tahun 1909. Akhirnya, dirancanglah sebuah stadion berkapasitas 100 ribu orang oleh arsitek tenar saat itu, Archibald Leitch. Namun karena pembengkakan biaya, kapasitas stadion dikurangi jadi 80 ribu saja.

Akhir 1909, pengerjaan stadion selesai. Peresmian dilakukan pada 19 Februari 1910 dengan gelaran laga persahabatan melawan Liverpool. Ada seorang jurnalis yang menggambarkan Old Trafford sebagai ‘stadion tercantik, paling luas dan paling menawan’. OT memang menjadi stadion terbesar di Inggris sebelum Wembley dibangun tahun 1923.

Masa-masa pahit Perang Dunia II juga turut memengaruhi OT. Dua kali tentara Jerman membom OT, yakni pada 22 Desember 1940 serta 11 Maret 1941 merusak sebagian besar bangunan stadion.
Akibatnya, MU dipaksa memainkan pertandingan kandang mereka di Stadion Maine Road kepunyaan rival sekotanya, Manchester City. Tak gratis tentunya. ‘Setan Merah’ harus membayar biaya sewa serta memberikan sebagian penjualan tiket kepada City.

Akhirnya, setelah nyaris 10 tahun ditutup untuk renovasi, OT akhirnya dibuka lagi pada tahun 1949.

Setelah melalui beberapa kali renovasi serta penambahan berbagai fasilitas di sana-sini, kapasitas OT menurun jadi sekitar 60 ribuan penonton pada tahun 1980-an. Namun perbaikan dan penambahan pada era 1990 serta 2000-an meningkatkan lagi kapasitas OT menjadi sekitar 76 ribu kursi.

Hingga saat ini, Old Trafford yang diberi julukan Theatre of Dreams alias Teater Mimpi oleh Sir Bobby Charlton, adalah stadion terbesar kedua di Inggris setelah The New Wembley. OT juga stadion terbesar yang dimiliki oleh sebuah klub.

Rekor penonton yang dicatat OT adalah 76.962 orang –yang uniknya– dicatat bukan pada pertandingan MU. Rekor itu ditorehkan tahun 1939 di semifinal Piala FA antara Wolverhampton Wanderers melawan Grimsby Town.

Rekor di atas dicatat saat tribun-tribun di OT belum seluruhnya memakai kursi penonton. Sedangkan rekor saat OT sudah seluruhnya berkursi dicatat pada 31 Maret 2007 dalam laga MU kontra Blackburn yang disaksikan 76.098 pasang mata.

Old Trafford pernah dipakai untuk partai-partai penting dunia. Selain menggelar sejumlah laga Piala Dunia 1966, OT juga menjadi tuan rumah final Liga Champions 2003 antara AC Milan melawan Juventus.

Selain sebagai arena sepakbola, OT juga pernah dipakai menggelar pertandingan rugby dan tinju. Di luar olahraga, pernah juga digelar konser musik artis dunia serta kegiatan-kegiatan lainnya seperti konferensi dan pesta pernikahan.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: