Kelir…

31/01/2008

Surat orang tua untuk anaknya

Filed under: Renungan — mrtosa @ 05:27

Untuk anakku tersayang..

Saat kau melihatku beranjak tua,
sering menggumam sendiri,
kumohon bersabarlah dan coba pahami diriku…

Jika aku merasa dahaga saat makan…
jika aku tak bisa berpakaian sendiri…
bersabarlah…
Ingatlah waktu diriku menghabiskan waktuku untuk mengajari hal tersebut padamu

Jika suatu waktu aku bertanya padamu
aku mengulang hal yang sama berkali kali pada satu waktu,
jangan interupsi aku, Tetap sabarlah dan dengarkan aku

Ketika kau kecil…
kau memintaku untuk membacakan dongeng yang sama ribuan kali
pada saat yang sama sampai kau terlelap dalam tidurmu

Saat aku tak ingin di bujuk untuk mau mandi,
jangan lah permalukan atau cerewet padaku…

Ingatlah saat aku membujukmu dengan ribuan alasan,
agar kau mau ku mandikan saat kau kecil…

Saat kau lihat ketidak tahuanku pada sesuatu yang baru…
beri aku waktu dan jangan tatap aku dengan senyum sinismu…
aku akan mencoba yang terbaik untuk bisa mengerti…

aku mengajarkanmu untuk bisa melakukan berbagai hal..
untuk bisa makan dengan baik, cara berpakaian yang sopan…
untuk menjalani hidup dengan perilaku positif…

Ketika pada suatu waktu aku kehilangan memoriku saat kita sedang mengobrol…
beri aku sedikit waktu utk mengingatnya…
dan jika itu tak bisa kulakukan,
janganlah kau menjadi bingung…
Yang terpenting adalah bukanlah obrolan kita namun tentunya saat-saat bersamamu dan momen ketika kau mau mendengarkanku….

Jikalau aku pernah tak mau makan,
janganlah paksa diriku…
Karena Kutau saat aku membutuhkannya atau tidak.

Disaat muncul kelemahanku dan lenganku menjadi letih,
jangan paksa aku utk tetap berjalan…

….ulurkan lenganmu padaku…
genggam diriku dengan kelembutanmu,
seperti halnya saat kau melangkahkan kakimu untuk pertama kali dalam hidupmu…

Dan saat suatu waktu aku berkata padamu bahwasanya aku merasa letih dalam hidup ini…
jangan kau salahkan diriku…
tak perlu kau bersedih, tak perlu kau menjadi marah …
karena kelak engkau akan mengerti…

Coba mengertilah bahwa aku telah menjalani hidupku sampai batas kemampuanku,
aku telah mampu bertahan… atas ijin TUHAN ku

Suatu hari kau akan menjumpai hal yang sama juga,
walaupun dengan segala kekeliruanku,
Aku akan selalu hanya menginginkan yang terbaik untukmu dan ketahuilah bahwa aku telah mencoba menyiapkan jalan hidup yang terbaik yang bisa kuberikan untukmu….

Tataplah Diriku saat ini ditengah kerapuhan usiaku,
kau tak perlu merasa sedih, gundah atau resah melihatku di dekatmu.
Hanya mendekatlah padaku, coba pahami diriku dan bantu aku seperti yang pernah kulakukan padamu…

Temani Aku menjelang akhir perjalanan hidup bersamamu…
dengan penuh ketulusan, cinta dan kesabaran.
Buatlah Aku tersenyum utk terakhir kali walau hanya sesaat dengan penuh rasa cinta yang selalu kumiliki hanya untuk mu.

Kenanglah satu hal, bahwa Aku akan selalu mencintaimu anakku…
walaupun saat ini hidupku tak lagi bersama disampingmu…

BUNDA & AYAHMU

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: