Nama Puttiray lekat dengan perjalanan sepak bola nasional. Klan asal Ambon, Maluku, itu seakan diberi karunia genetik kepiawaian bermain bola. Sampai saat ini tercatat 18 Puttiray menjadi pemain sepak bola profesional atau semiprofesional. Hebatnya, mereka pernah membentuk tim yang semua pemainnya bermarga Puttiray, termasuk pemain cadangan.
Terik matahari terasa memanggang kulit di Lapangan Merdeka, Ambon, siang itu. Tapi, seakan mengabaikan sengatan matahari, sejumlah anak berlari sembari mengejar bola. Mereka adalah para siswa Amboina Football School (AFS) yang tengah mengasah keterampilan bermain sepak bola di lapangan yang terletak di belakang Kantor Gubernur Maluku tersebut. Para siswa berkostum hitam-merah itu sangat bersemangat mengejar, mengocek bola, dan sesekali melancarkan tackling.
Di pinggir lapangan yang tahun lalu diwarnai tragedi penari cakelele membawa bendera RMS saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hadir pada acara Harganas itu, tampak sosok paro baya berbalut jersey timnas warna merah dan training pack sewarna. Dia tak henti memberikan instruksi kepada anak-anak didiknya. Sosoknya tegap dengan rambut yang mulai memutih. Dia adalah Jemmy Puttiray, pelatih sekaligus pendiri AFS pada Oktober 2007 lalu.
(more…)






