Kelir…

August 21, 2009

orang pintar vs orang Bodoh

Filed under: cerita-cerita — mrtosa @ 2:26 am
Tags: , , ,
Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya di bisnis.
Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar.
Walhasil Bosnya orang pintar adalah orang bodoh.
Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.
Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja.
Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.
Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka disuruh orang pintar untuk membuatnya.
Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH).
Oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.
Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang pintar percaya.
Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh.
(more…)

June 20, 2009

SEINDAH CINTA IBU….

Filed under: Renungan — mrtosa @ 7:27 am
Tags: , , ,

Bila aku mencintai Ibu, itu semata-mata karena dari rahimnya yang suci aku terlahir. Alasan itu sudah cukup bagiku untuk mencintainya sepenuh jiwa. Jika kemudian cintaku berkembang dan terus bermekaran, itu karena Ibu selalu menitipkan kasihnya padaku tanpa pernah ada keinginan untuk mengambilnya kembali. Sungguh aku merasa mendapat kemuliaan tak terkira berkesempatan menjaga cinta itu agar terus bersemi di bilik hati.
Ibu memang teramat istimewa bagiku. Dia adalah matahari yang tak pernah lelah menghangatkan bumi. Dia juga bulan yang selalu setia memantulkan cahaya cinta sang matahari dalam pekatnya malam. Bahkan Ibu adalah angin pembawa kesejukan bagi nuraniku. Dan adalah Ibu, sosok wanita yang selalu kukagumi sepenuh hati karena ketegaran dan ketulusan cintanya.
“Kamu nggak malu Tres,”

“Malu kenapa,Bu?”

“Kamu nggak malu jalan bareng sama Ibu seperti ini?”
“Bahkan Tresna bangga, Bu,” jawabku sambil membantu Ibu naik ke dalam angkot. Lalu aku duduk di sisinya. Aku merasakan tatapan aneh dari orang-orang yang ada di dalam angkot kepada Ibu. Tapi aku tidak peduli karena aku tahu, ketulusan hati Ibu yang tidak pernah marah sedikit pun kepada orang-orang yang memandangnya aneh, sebelah mata, atau bahkan ngomongin terang-terangan. Jadi aku pun sama sekali tidak merasa terganggu.
“Justru Tresna selalu sangat menginginkan kesempatan seperti ini, Bu, berjalan-jalan berdua dengan Ibu, memperkenalkan Ibu dengan teman-teman Tresna. Hal ini sangat membuat Tresna bahagia,” sambungku kemudian.

Selalu senyuman yang kemudian mengembang di bibir yang legam dan berkerut itu. Dan aku, tidak akan pernah tahan untuk tidak membalasnya dengan ciuman terhangat. Hanya saja sayang, sekarang kami di angkot, tentu saja hal itu tidak aku lakukan.
Bukan salah Allah jika Ibu diciptakan dengan kaki yang begitu ringkih, bengkok dan teramat kecil. Bukan maksud Allah menjadikan Ibu sebagai bahan tertawaan anak-anak kecil karena ia hanya mampu ngesot untuk mencapai suatu tempat.

(more…)

March 26, 2009

Hati seorang ayah

Filed under: cerita-cerita — mrtosa @ 4:20 am

Suatu ketika, ada seorang anak wanita yang bertanya kepada Ayahnya,  tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai  suara batuk-batuknya.

Anak wanita itu bertanya pada ayahnya : “Ayah, mengapa wajah Ayah kian  berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk ?”  Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : “Sebab aku Laki-laki.” Itulah jawaban Ayahnya.

Anak wanita itu bergumam : “Aku tidak mengerti.” Dengan kerut-kening  karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran.

Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus  menepuk-nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : “Anakku, kamu  memang belum mengerti tentang Laki-laki.” Demikian bisik Ayahnya, yang  membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu  bertanya kepada Ibunya : “Ibu, mengapa wajah Ayah jadi berkerut-merut  dan badannya kian hari kian terbungkuk ? Dan sepertinya Ayah menjadi  demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit ?”

Ibunya menjawab : “Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar  bertanggung-jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian.” Hanya itu jawaban sang Ibu.
(more…)

January 22, 2009

CINTA LAKI LAKI BIASA

Filed under: cerita-cerita — mrtosa @ 6:59 am

Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.

Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.

Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.

Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yg barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!

Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.

Kamu pasti bercanda! (more…)

January 9, 2009

CINTA LAKI-LAKI BIASA

Filed under: cerita-cerita — mrtosa @ 10:47 am

Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.

Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.

Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.

Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yg barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!

Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.

Kamu pasti bercanda!

Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda.

Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!

(more…)

Next Page »

Blog at WordPress.com.