August 21, 2009
orang pintar vs orang Bodoh
June 25, 2009
Theatre Of Dreams
Semenjak masih bernama Newton Heath, hingga kemudian berubah jadi Manchester United pada tahun 1902, klub kota Manchester ini bermain di Stadion North Road dan Bank Street.
Ide pembuatan stadion baru datang dari Ketua MU John Henry Davies pada tahun 1909. Akhirnya, dirancanglah sebuah stadion berkapasitas 100 ribu orang oleh arsitek tenar saat itu, Archibald Leitch. Namun karena pembengkakan biaya, kapasitas stadion dikurangi jadi 80 ribu saja.
Akhir 1909, pengerjaan stadion selesai. Peresmian dilakukan pada 19 Februari 1910 dengan gelaran laga persahabatan melawan Liverpool. Ada seorang jurnalis yang menggambarkan Old Trafford sebagai ’stadion tercantik, paling luas dan paling menawan’. OT memang menjadi stadion terbesar di Inggris sebelum Wembley dibangun tahun 1923.
Masa-masa pahit Perang Dunia II juga turut memengaruhi OT. Dua kali tentara Jerman membom OT, yakni pada 22 Desember 1940 serta 11 Maret 1941 merusak sebagian besar bangunan stadion.
(more…)
June 20, 2009
SEINDAH CINTA IBU….
Bila aku mencintai Ibu, itu semata-mata karena dari rahimnya yang suci aku terlahir. Alasan itu sudah cukup bagiku untuk mencintainya sepenuh jiwa. Jika kemudian cintaku berkembang dan terus bermekaran, itu karena Ibu selalu menitipkan kasihnya padaku tanpa pernah ada keinginan untuk mengambilnya kembali. Sungguh aku merasa mendapat kemuliaan tak terkira berkesempatan menjaga cinta itu agar terus bersemi di bilik hati.
Ibu memang teramat istimewa bagiku. Dia adalah matahari yang tak pernah lelah menghangatkan bumi. Dia juga bulan yang selalu setia memantulkan cahaya cinta sang matahari dalam pekatnya malam. Bahkan Ibu adalah angin pembawa kesejukan bagi nuraniku. Dan adalah Ibu, sosok wanita yang selalu kukagumi sepenuh hati karena ketegaran dan ketulusan cintanya.
“Kamu nggak malu Tres,”
“Malu kenapa,Bu?”
“Kamu nggak malu jalan bareng sama Ibu seperti ini?”
“Bahkan Tresna bangga, Bu,” jawabku sambil membantu Ibu naik ke dalam angkot. Lalu aku duduk di sisinya. Aku merasakan tatapan aneh dari orang-orang yang ada di dalam angkot kepada Ibu. Tapi aku tidak peduli karena aku tahu, ketulusan hati Ibu yang tidak pernah marah sedikit pun kepada orang-orang yang memandangnya aneh, sebelah mata, atau bahkan ngomongin terang-terangan. Jadi aku pun sama sekali tidak merasa terganggu.
“Justru Tresna selalu sangat menginginkan kesempatan seperti ini, Bu, berjalan-jalan berdua dengan Ibu, memperkenalkan Ibu dengan teman-teman Tresna. Hal ini sangat membuat Tresna bahagia,” sambungku kemudian.
Selalu senyuman yang kemudian mengembang di bibir yang legam dan berkerut itu. Dan aku, tidak akan pernah tahan untuk tidak membalasnya dengan ciuman terhangat. Hanya saja sayang, sekarang kami di angkot, tentu saja hal itu tidak aku lakukan.
Bukan salah Allah jika Ibu diciptakan dengan kaki yang begitu ringkih, bengkok dan teramat kecil. Bukan maksud Allah menjadikan Ibu sebagai bahan tertawaan anak-anak kecil karena ia hanya mampu ngesot untuk mencapai suatu tempat.
May 5, 2009
Lirik lagu hymne guru yang telah berubah
Mengingat kembali pada jaman kecil terdahulu ketika kita di nyanyikan lagu hymne guru, ini adalah lirik hymne guru waktu dulu
Terpujilah, wahai engkau, ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup, dalam sanubariku
Semua baktimu, akan kuukir, di dalam hatiku
Sbagai prasasti, terimakasihku, tuk pengabdianmu
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan,
Engkau laksana embun penyejuk, dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa
yang sekarang pada akhir liriknya telah di ubah menjadi
Engkau patriot pahlawan pembangun insan cendekia
Klo sekarang anak2 SD masih nyanyiin lagu ini gak yah….???
